4 Fondasi Skincare Regime untuk Pria: Cara Tepat Rawat Kulit
- Written by Writer
Banyak pria sudah pakai produk, tapi tanpa skincare regime yang jelas. Nggak heran kalau hasilnya random dan nggak terprediksi. Padahal 43% pria bahkan mengaku nggak punya skincare routines sama sekali dan 45% masih mengira sabun mandi cukup untuk wajah.[1]
Fakta ini semakin menggarisbawahi kalau skin regime adalah hal penting, mengingat kulit bukan ajang tebak-tebakan, termasuk soal urutan skincare pria yang benar. Kulit lo juga perlu sekitar 28 hari untuk regenerasi.[2] Tanpa struktur, lo sebenarnya sedang mengulang kesalahan yang sama setiap harinya, Bro.
Apa Itu Skincare Regime?

Kalau routines adalah kebiasaan, maka regime dalam konteks skincare adalah strategi berupa urutan yang konsisten dengan fungsi yang saling terkait, seperti Baumann Skin Type framework.
Saat lo asal pakai produk, skin barrier juga ikut bingung. Padahal, kerusakan ringan butuh 7–14 hari untuk pulih, dan yang sedang bisa makan 2–4 minggu.[3] Saat lo membersihkan wajah terlalu sering, TEWL atau penguapan air dari lapisan kulit pun ikut meningkat karena barrier yang rusak.[4]
Akibatnya, kelembapan terkuras lebih cepat. Inilah kenapa hasil skincare terasa maju-mundur.
Empat Fondasi Skincare Regime yang Nggak Terpisahkan
Skincare regime yang efektif selalu berdiri di atas empat pilar: cleanse, tone, treat, dan protect. Hilang salah satu bikin goyah yang lainnya, karena:
1. Cleanse: Fondasi yang Menentukan Langkah Setelahnya

Dalam urutan skincare, cleanse adalah semacam reset—basic skincare pria wajib punya. Prosesnya berperan menyiapkan kulit agar semua yang datang setelahnya bisa bekerja dengan optimal. Tapi lo harus pastikan kalau pH-nya ideal (sekitar 5-6), sehingga barrier nggak merespon dengan memproduksi minyak lebih banyak.[5]
Pakai Kahf Oil & Acne Care untuk kulit berjerawat. Selain membersihkan pori, sabun wajah ini juga menekan sebum tanpa bikin kulit lebih kering. Sementara untuk kulit kusam dan nggak rata, Kahf Skin Energizing & Brightening lebih pas.
Nggak hanya membersihkan, face wash pria ini juga bantu jaga kecerahan kulit tanpa ganggu keseimbangannya.
2. Tone: Langkah yang Jadi Game Changer

Kulit justru rawan kehilangan air setelah cuci muka, Bro. Makanya, lo perlu Kahf Face Spray All in One Power Toning. Cara pakainya, cukup semprot dan tap ringan. Toner wajah pria ini bantu rehydrate dan rebalance serta bikin permukaan kulit lebih siap menerima serum.
Pada dasarnya, skincare lebih efektif kalau kulit lo agak lembap. Dengan begitu, lapisan terluar jadi lebih permeable dan memungkinkan humectant “narik” air, sehingga bahan aktif jadi lebih meresap.[6]
3. Treat: Atasi Masalah Kulit dari Akar

Setelah kulit siap, treat akan hadir memperbaiki kondisi kulit lo. Serum niosome adalah apa yang butuhkan karena strukturnya mampu lewati lapisan lipid kulit, sehingga bahan aktif masuk lebih dalam.[7] Selain mengikat air lebih baik, keberadaannya juga melepas manfaat serum secara bertahap.
Kahf menghadirkan beberapa produk yang punya peran berbeda dalam tahapan treat ini, yaitu:
- Bright Intensifying & Pigment Corrector yang fokus meratakan warna dan pudarkan noda membandel.
- Acne Care & Post-Acne Repair untuk menangani jerawat sekaligus bekasnya.
- Acne Rapid Relief Spot Gel yang memberi respon cepat di titik bermasalah.
Dengan fungsi yang berbeda ini, masing-masing serum bekerja saling melengkapi sistem.
Baca Juga: Perbedaan Serum dan Moisturizer Plus Urutan Pakainya
4. Protect: Sunscreen adalah Penentu Hasil Akhir

Semua tahap tadi akan terasa percuma kalau lo mengabaikan proteksi. UV itu seperti undo button buat perawatan kulit harian. Sementara itu, hingga 90% tanda penuaan dipicu paparan matahari.[8]
Kahf menghadirkan sunscreen pria yang menyesuaikan kebutuhan. Triple Protection SPF 30 PA+++, misalnya, sudah memblokir sekitar 97% UVB untuk pemakaian rutin.[9] Sementara itu, Invisible Matte Stick SPF 50 PA++++ memberi perlindungan lebih tinggi dan praktis buat reapply tanpa bikin lengket.
Skincare Regime Pagi vs Malam: Kenapa Berbeda?

Skincare regime nggak bisa disamakan pagi dan malam karena peran kulitnya berbeda, Bro. Pagi hari, kulit harus siap bertahan dari UV dan polusi serta minyak dan kotoran, sehingga sunscreen jadi hal wajib. Hal ini berlaku untuk kulit berminyak pria maupun kering dan sensitif.
Sementara itu, malam hari lebih fokus ke repair, termasuk skincare untuk kulit kering yang lo pakai. Antara pukul 10 malam sampai 2 pagi, regenerasi sel dan produksi kolagen lagi aktif banget.[10] Pada jam ini juga barrier paling cepat pulih, sehingga rutinitas malam nggak hanya bersih, tapi juga berkesempatan memperbaiki kerusakan yang numpuk seharian.
Mulai Rawat Diri dengan Cara yang Masuk Akal

Regime yang gagal sering kali bukan karena produknya, tapi cara lo memakai skincare pria, seperti:
- Lompat-lompat urutannya
- Nggak konsisten
- Salah layering
Padahal kulit pria butuh strategi yang menyatu dengan ritme hidupnya. Mulai dengan cara merawat diri yang benar dengan mengubah skincare regime. Percayakan langkah lo pada Kahf, Bro.





