Mengenal Ngabuburit: Arti, Sejarah dan Beragam Tradisinya
- Ditulis oleh Writer
Ngabuburit adalah tradisi tahunan yang selalu muncul tiap bulan Ramadan. Saking melekatnya budaya ini, fenomenanya bisa lo temukan di mana saja, mulai dari hiruk-pikuk jalanan yang macet oleh pemburu takjil, hingga deretan program TV yang kompak memakai istilah ini sebagai judul acara, Bro.
Tapi pernah nggak sih lo kepikiran dari mana sebenarnya tradisi ini bermula? Dan apa sih arti "ngabuburit" yang sebenarnya? Yuk, kita bedah bareng-bareng arti, sejarah, serta beragam tradisi uniknya di sini!
Arti Ngabuburit saat Ramadan

Mengutip dari Kamus Bahasa Sunda, arti ngabuburit adalah kata yang menggambarkan suatu aktivitas menunggu azan Magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan.[1]
Jam berapa biasanya orang mulai ngabuburit? Umumnya kegiatan ini berlangsung pada rentang pukul 16.00 hingga 18.00, ketika matahari mulai condong ke ufuk barat dan suasana sore terasa lebih teduh.
Ngabuburit sendiri cukup fleksibel, nggak terpaku pada satu jenis kegiatan. Lo bisa jalan-jalan santai, menjelajahi jajanan berbuka di pinggir jalan, olahraga ringan saat puasa, membaca Al-Qur’an, atau ikut pengajian singkat. Intinya, kegiatan yang nggak merugikan orang lain, Bro.
Asal-usul dan Sejarah Ngabuburit

Ngabuburit bukan bahasa gaul ibu kota yang baru populer belakangan ini, Bro. Kosakata ini sudah cukup lama ada dan bersumber dari masyarakat Sunda.
Ngabuburit adalah singkatan dari ngalantung ngadagoan burit. Ini adalah bahasa Sunda yang artinya “bersantai sambil menunggu sore.”
Menurut para pakar, kata ini sudah digunakan secara luas sejak tahun 1960-an sebelum akhirnya terserap menjadi bahasa sehari-hari masyarakat di seluruh pelosok Indonesia hingga saat ini.[2]
Tapi bukan hanya penggunaan katanya yang perlu lo soroti; hal yang paling menarik dari sejarahnya adalah bagaimana aktivitasnya bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
Dulu, ngabuburit lebih sederhana dan spiritual. Fokusnya lebih ke ketenangan batin dan pengabdian. Orang-orang biasanya mengisi waktu dengan tadarus Al-Qur’an berjamaah dan mengikuti pengajian.
Sekarang, ngabuburit berubah menjadi fenomena sosial yang lebih dinamis. Momennya nggak hanya diisi dengan momen spiritual, tapi juga ajang interaksi publik, seperti berburu takjil, nongkrong santai, sampai olahraga ringan.
Meski aktivitasnya berubah, esensi ngabuburit tetap sama: memanfaatkan waktu menjelang berbuka dengan cara yang positif dan bermakna.
Tradisi saat Ngabuburit

Ngabuburit ngapain aja? Bicara soal tradisi, masyarakat kita punya segudang aktivitas menarik untuk menghabiskan waktu sore selama Ramadan. Dari yang sifatnya santai dan seru sampai yang religius.
1. Berburu Takjil (War Takjil)
Menjelang sore, pasar kaget dan jajaran penjual dadakan mulai bermunculan di pinggir jalan. Momen ini lantas dimanfaatkan banyak orang untuk berburu takjil, mulai dari camilan ringan hingga hidangan berat untuk berbuka.
Tradisi ini menjadi salah satu aktivitas paling ikonik, bro. Bahkan belakangan ada istilah “War Takjil”, istilah yang ngegambarin serunya orang-orang berebut jajanan favorit selama aktivitas ini.
2. Berbagi On the Road
Banyak komunitas atau kelompok pertemanan yang memanfaatkan waktu ngabuburit untuk berbagi. Biasanya mereka membagikan nasi kotak atau takjil gratis kepada pengguna jalan, pengemudi ojek online, atau orang yang membutuhkan.
3. Tadarus dan I'tikaf di Masjid
Sebagian orang melakukan kegiatan spiritual, seperti membaca Al-Qur’an atau mengikuti kajian singkat di masjid. Selain menenangkan hati, kegiatan ini banyak dilakukan karena menjadi sarana mendekatkan diri pada Allah dan mengejar pahala selama Ramadan.
4. Main Layangan atau Meriam Bambu
Di area di pedesaan, bermain layangan dan meriam bambu menjadi dua kegiatan favorit, bro,
Keseruan “adu layangan” sering membuat orang lupa akan lapar dan haus karena terlalu fokus menjaga benang agar tak putus. Sementara dentuman keras meriam bambu menjadi semacam musik khas Ramadan yang menemani sore hari di pelosok desa, menambah suasana meriah dan hangat.
5. Berburu Ikan
Ngabuburit juga biasa diisi dengan tradisi berburu ikan di sungai atau telaga, seperti Kumbohan di Lamongan atau Ublak di Gunung Kidul.
Fokus pada perangkap dan umpan membuat perhatian teralihkan dari rasa lapar, dan kalau beruntung, ikan hasil buruan pun bisa menjadi menu berbuka yang memuaskan.
Nah, dari semua kegiatan di atas, sadar atau nggak, hampir semua kegiatan dilakukan di luar ruangan, Bro. Karena itu, kulit lo bakal terpapar panas dan debu. Nah, biar momen seru lo nggak berakhir dengan muka kering dan kusam, lo jelas butuh perlindungan ekstra.

Solusi sat-set yang bisa lo coba adalah Kahf Triple+ Protection Sunscreen Moisturizer. Dengan SPF 30 PA+++ dan formula yang melembapkan, muka lo bakal jauh lebih aman dari serangan sinar UV dan kulit kering selama ngabuburit.
Nggak cuma itu, wajah lo juga bakal kelihatan lebih fresh karena terlindungi dari polusi. Dan paling penting, teksturnya ringan banget dan gampang diratakan, jadi nggak bakal ganggu kenyamanan lo saat beraktivitas.
Esensi ngabuburit adalah menikmati waktu menjelang berbuka dengan maksimal tanpa harus khawatir kulit jadi kusam atau rusak. Jadi, pastiin Kahf selalu ada di tas lo! Cek produknya sekarang di e-commerce favorit lo dan jangan biarkan matahari dan polusi mengganggu momen seru lo!









