Jerawat Pasir: Definisi, Penyebab, Faktor Risiko, Gejala, dan Cara Mengatasinya
- Ditulis oleh Writer
Terlepas dari warna kulit, semua orang—termasuk lo—pasti ingin punya kulit wajah mulus yang terbebas dari jerawat. Masalahnya, meski lo nggak punya jerawat meradang, faktanya kulit bisa terlihat nggak rata karena jerawat pasir—beruntusan Ayo cari tahu jerawat pasir seperti apa dan bagaimana cara mengatasinya di sini!
Apa Itu Jerawat Pasir?

Dalam istilah medis, jerawat ini dikenal sebagai comedonal acne. Tipe jerawat ini berbeda dengan jerawat biasa ataupun jerawat inflamasi. Comedonal acne terlihat seperti hamparan benjolan kecil di kulit wajah. Benjolan tersebut merupakan pori-pori atau folikel yang tersumbat oleh sebum dan sel-sel kulit.
Jika biasanya jerawat berwarna kemerahan atau lebih gelap dari kulit normal lo, maka comedonal acne rata-rata punya warna yang sama dengan kulit sekitarnya.[1] Nggak ada rasa nyeri, bengkak, ataupun nanah pada jerawat ini.
Tipe jerawat ini bisa menyerang siapa saja. Kehadirannya juga dapat terjadi bersamaan dengan jenis jerawat lain.
Penyebab Jerawat Pasir

Meskipun berbeda dari jerawat batu ataupun jerawat biasa, bruntusan juga terjadi karena terdapat sumbatan pada folikel rambut atau pori-pori kulit. Nah, berikut adalah beberapa penyebab jerawat pasir muncul:
- Produksi Sebum yang Meningkat. Kelenjar sebaceous yang terlalu aktif atau peningkatan hormon bisa memicu produksi minyak berlebih di kulit sehingga risiko menyumbat pori-pori semakin besar.
- Hiperkeratinisasi. Ini adalah kondisi penebalan atau pembentukan keratin—protein yang membantu membentuk rambut, kulit, dan kuku—yang abnormal. Keratin berlebih memicu penumpukan sel kulit mati yang bisa menyumbat pori-pori.
- Penggunaan Produk Skincare yang Tidak Tepat. Produk komedogenik, ketidakcocokan dengan kandungan aktif tertentu, hingga bahan keras yang membuat kulit kering bisa jadi penyebab jerawat pasir.
Faktor Risiko Jerawat Pasir

Jerawat pasir adalah jerawat komedonal yang terbentuk karena penyumbatan pori-pori. Namun, di luar penyebab ini, risiko lo terkena comedonal acne lebih besar jika:
1. Riwayat Keluarga. Punya riwayat keluarga biologis yang memiliki jerawat atau tipe kulitnya berminyak sehingga produksi sebum cenderung tinggi.
2. Habit Buruk. Kebiasaan memencet komedo dan jerawat sehingga pori-pori atau folikel rusak.
3. Hormonal. Mengalami stres atau memasuki usia pubertas sehingga hormon berlebih atau berfluktuasi.
4. Kelembapan. Tinggal di daerah dengan kelembapan tinggi sehingga mudah berkeringat. Kombinasi keringat, polutan, sebum, dan sel kulit mati bisa menyumbat pori-pori.
5. Pola Makan. Produk susu dan turunannya dan makanan tinggi gula serta lemak adalah makanan pemicu jerawat karena bisa meningkatkan kadar insulin hingga produksi sebum.
Gejala Jerawat Pasir

Sebelum memutuskan langkah untuk mengatasi jerawat, penting untuk tahu tanda dan gejala yang menunjukkan bahwa lo memang mengalami jerawat pasir. Lalu, apa saja gejala dan tandanya?
- Tekstur Kulit Tidak Rata dan Kasar. Ukuran benjolan comedonal acne bervariasi dan visualnya terlihat punya inti yang padat sehingga bikin kulit bertekstur.
- Benjolan Tidak Meradang. Comedonal acne nggak meradang atau memerah sehingga warnanya cenderung sama dengan kulit sekitarnya.
- Bintik-Bintik Gelap Kecil. Untuk tipe komedo terbuka—blackhead—kulit terlihat memiliki bintik-bintik hitam yang mengelompok.[2]
- Benjolan Putih atau Kekuningan. Comedonal acne juga bisa bertipe whitehead—komedo tertutup—sehingga sedikit berwarna putih atau kuning.[3]
- Lokasi. Biasanya muncul jerawat pasir di dagu, dahi, atau pipi.
Cara Mengatasi Jerawat Pasir

Untuk langkah pencegahan, lo bisa mempraktikkan rutinitas perawatan kulit yang sehat dan tepat. Hindari juga produk atau lingkungan pemicunya. Namun, bagaimana cara menghilangkan jerawat pasir di pipi dan area kulit wajah lainnya?
1. Gunakan Krim atau Obat yang Tepat
Jerawat meradang butuh antibiotik. Namun, comedonal acne bisa diatasi pakai obat jerawat bebas—adapalene, asam azelat, benzoil peroksida, asam glikolat, dan salicylic acid. Kandungan obat ini bisa mengontrol produksi sebum hingga memicu pergantian sel kulit.
2. Perbaiki Pola Makan
Mengubah pola makan butuh komitmen dan konsistensi. Namun, cara ini nggak hanya bagus untuk kulit tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Lo bisa mulai dengan mencukupi daily intake cairan, menghindari produk susu dan turunannya, hingga mengurangi konsumsi makanan tinggi gula serta lemak.
Sebaliknya, perbanyak konsumsi makanan yang ramah terhadap kulit seperti:
- Kacang-kacangan yang kaya zinc.
- Sayuran hijau dan buah yang kaya antioksidan.
- Probiotik yang bagus untuk mengurangi inflamasi dan memperkuat skin barrier.
3. Ubah Kebiasaan dalam Memakai Skincare
Selalu bersihkan muka dengan facial wash yang lembut dan pakai sunscreen. Selain itu, pertimbangkan skincare untuk jerawat pasir seperti obat totol jerawat—KAHF Acne Rapid Relief Niosome Spot Gel. Acne spot gel ini bisa meredakan jerawat secara instan—hanya dalam 3 jam.

Diformulasikan dengan Niosome Technology, acne spot gel ini membantu mengantarkan bahan aktif 5 kali lebih optimal ke area jerawat. Teknologi Hydrobalance Prive-nya juga menghidrasi kulit dan melindungi skin barrier.
Beberapa bahan aktif yang terkandung dalam gel totol jerawat ini adalah:
- 0.001% Nio-Sebactive untuk kontrol minyak berlebih & jerawat.
- 2.25% Salicylic Acid + Quora Noni untuk melawan bakteri jerawat tanpa kambuh lagi
- 1.0% Epi-on untuk perbaiki kulit dan cegah bekas hitam.
- 0.5% Zinc PCA untuk mengontrol minyak.
- 0.1% Madecassoside untuk menenangkan iritasi dan kemerahan
Cara penggunaan produk ini sangat mudah. Pastikan wajah bersih dan kering. Oleskan gel tipis secara merata ke area jerawat. Meski kaya bahan aktif, acne spot gel ini nggak bikin kulit kering.
Ingat, perawatan yang tepat bikin kulit lebih tenang. Mulai dari satu langkah kecil hari ini bersama KAHF Acne Rapid Relief Niosome Spot Gel yang bekerja dengan tepat sasaran untuk atasi jerawat pasir.









