Akigalawood: Aroma Woody Pedas Berkarakter yang Cocok untuk Pria Modern
- Ditulis oleh Writer
Woody. Salah satu favorit untuk base notes dan middle notes parfum karena punya daya tahan dan fixation kuat. Dari kayu cedar, cendana, hingga nilam, semua menciptakan kedalaman tahan lama dan jejak yang mudah diingat. Lalu, bagaimana dengan akigalawood? Akigalawood adalah aroma yang tak kalah nyaman dan “alami".
Ayo jelajahi lebih jauh tentang asal usul hingga karakteristik aroma akigalawood—bahan wewangian paling populer dan menarik saat ini!
Apa Itu Akigalawood?

Akigalawood merupakan bahan sintetis yang relatif baru dalam dunia parfum. Molekul ini dikembangkan melalui biotransformasi minyak nilam (patchouli) dengan bioteknologi. Hasilnya, tercipta aroma kayu dan rempah yang mirip oud.
Uniknya, akigalawood punya efek bunglon terhadap aroma yang berinteraksi dengannya.
- Notes bunga menjadi tidak terlalu manis atau powdery.
- Woody notes (Cedarwood atau Sandalwood) jadi lebih modern, tajam, serta elegan.
- Notes rempah atau resin (Oud atau Incense) dimensi spicy dan earthy-nya bertambah.
- Notes Citrus menjadi lebih hangat dan tahan lama dengan transisi yang halus.
Aroma Akigalawood dalam Dunia Parfum dan Popularitasnya

Akigalawood dikenal sebagai patchouli notes yang lebih halus, tidak terlalu beraroma tanah, dan lebih woody dari minyak alami. Lalu apa yang membuat akigalawood populer di dunia fragrance adalah:
- Profil Aroma Unik. Akigalawood bisa menjembatani kesenjangan antara aroma kayu, rempah-rempah, dan tanah sehingga menciptakan aroma yang lebih modern dan canggih.
- Performa & Intensitas. Akigalawood terkenal "eksplosif". Molekul ini bisa meningkatkan kecerahan dan proyeksi aroma sehingga terasa lebih modern, ringan, dan tahan lama. Bahkan ketahanannya bisa lebih dari 280 jam pada strip uji. Cocok untuk extrait de parfum.
- Keberlanjutan & Inovasi: Proses daur ulang bahan limbah menggunakan bioteknologi, menjadikan akigalawood lebih sustainable, terbarukan, dan mudah terurai sehingga populer untuk formulasi parfum modern, ramah lingkungan, dan berteknologi tinggi.
- Versatile. Bahan sintetis ini bisa berperan sebagai base notes yang menyeimbangkan parfum dengan tingkat kepadatan lebih ringan dan cerah dibanding patchouli alami. Uniknya, akigalawood juga bisa meningkatkan aroma buah, bunga, dan amber sekaligus.
- Unisex. Karakternya yang lebih bersih, kering, smoky, sedikit pedas, dan floral membuat bahan sintetis ini populer untuk wewangian kontemporer, beraroma kayu, oriental, dan fougère untuk pria dan wanita,
Asal Usul Akigalawood

Dari mana akigalawood?
Sejarah akigalawood dimulai di tahun 1967 saat sekelompok ilmuwan India mempelajari komposisi kimia minyak atsiri dari umbi Cyperus rotundus, Cyperus atau Nagarmotha. Dalam penelitian ini ditemukan zat baru yakni sesquiterpene ketone yang diberi nama rotundone.[1]
Senyawa ini punya aroma yang kering, tajam, dan sangat menyebar, bahkan ketika konsentrasinya sangat rendah. Sebagai zat baru, ternyata rotundone ditemukan pada rosemary, oregano, thyme, basil, geranium, jeruk bali, apel, mangga, minyak patchouli, hingga kayu gaharu.
Rotundone juga menjadi komponen kunci pada rasa lada hitam serta menarik perhatian untuk wine flavoring. Secara keseluruhan, rotundone merupakan material yang menjanjikan dan menarik untuk pembuatan parfum.
Akhirnya, di tahun 2009 Givaudan mengembangkan dan memperkenalkan akigalawood sebagai bahan aroma sintetis modern. Perusahaan terkemuka Swiss ini juga mematenkannya.
Akigalawood Givaudan tercipta melalui proses bioteknologi dari fraksi minyak nilam (patchouli).[2] Proses enzimatik dalam produksi akigalawood membuat bahan sintetis ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan pelarut berbahaya.
Komposisi dari note kayu-rempah modern ini kira-kira sebagai berikut:
- 5-13% rotundone
- 3-6% isomeric azulenols
- 4-7% pachulenone
- 5-15% caryophyllene oxide
Karakteristik dan Ciri Aroma Akigalawood

Wangi akigalawood seperti apa?
Aroma akigalawood terbilang kompleks, tetapi harmonis. Ia bisa digambarkan sebagai kayu kering dengan nuansa lada hitam yang tajam dan getaran oud halus dan ringan. Lebih jelas berikut karakteristik dan cirinya:
1. Woody. Akigalawood punya wangi aroma woody modern yang tegas, terstruktur, halus, dan bersahaja.
2. Mirip Patchouli. Molekul ini dibuat dari limbah minyak patchouli sehingga esensinya tetap ada. Hanya saja aspek berat, gelap, dan lembab dihilangkan sehingga akigalawood lebih ringan dan modern.
3. Spicy & Floral. Aroma pedasnya kompleks dan harmonis dengan karakter lada hitam yang khas. Ada sedikit aroma daun tembakau dan juga mawar segar.
4. Penggunaan. Konsentrasi sangat sedikit sudah cukup untuk memberikan karakter, kecerahan, dan kedalaman pada aroma. Khususnya woody, spicy, dan floral.
Sebagai bagian dari gaya hidup pria yang mindful, aroma memiliki peran penting dalam membangun kesan. Nah, aroma peppery dari Akigalawood ini cukup menggoda.

Rasakan sensasi aroma akigalawood sebagai middle notes di KAHF Extrait de Parfum Mineralwave. Parfum akigalawood satu ini menawarkan kesan fresh, clean, maskulin, dan modern sehingga cocok untuk daily use hingga formal.
Profil aroma citrus segar dan woody khas ini berasal dari komposisi:
- Top Notes: Bergamot, Ozonic, Green Leaves, dan Cardamom yang menyegarkan.
- Middle Notes: Green Tea, Akigalawood, dan Ambergris memberikan sentuhan aromatik menenangkan.
- Base Notes: Dry Amber, Sandalwood, dan Musk menawarkan kehangatan yang tahan lama.
Setiap pria punya cara sendiri untuk mengekspresikan diri. Lewat KAHF Extrait de Parfum Mineralwave, kesegaran dan karakter berpadu dalam satu aroma yang konsisten menemani aktivitas harian. Bukan hanya soal wangi, akigalawood adalah tentang bagaimana kamu dikenang. Lebih dalam, lebih berkelas.









